Batas Usia Kehamilan Yang Bisa Diaborsi

batas usia kehamilan

 

Sebelum membahas berapa batas usia kehamilan yang bisa digugurkan, mari kita lihat dulu pembagian usia kandungan setiap 3 bulan untuk memudahkan dalam memahami isi artikel ini nanti.

Batas usia kehamilan dibagi 3 yaitu:
– Trimester pertama (1-12 minggu)
– Trimester kedua (13-24 minggu)
– Trimester ketiga (25-36 minggu)

 

Dalam tulisan ini akan dijelaskan usia kehamilan yang bisa diaborsi dengan metode kuretase bukan dengan metode aborsi medis (pil aborsi). Aborsi dengan menggunakan pil aborsi tidak direkomendasikan karena hampir semua kasus aborsi dengan pil mengalami kegagalan dan resiko komplikasi.

Komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi dan pendarahan berat yang bisa mengakibatkan kehabisan darah. Komplikasi ini terjadi karena aborsi tidak tuntas atau tidak bersih yaitu adanya jaringan yang tertinggal dan menempel di dinding rahim. Dalam kondisi ini harus dituntaskan oleh dokter kandungan di klinik aborsi.

Menurut sumber ilmiah Obstetricians and Gynaecologists metode aborsi medis pada trimester pertama bisa dilakukan. Tapi dianjurkan dilakukan di dekat rumah sakit atau dekat klinik aborsi karena jika terjadi komplikasi bisa langsung dibawa berobat ke dokter. Kasus seperti ini sering terjadi seperti pasien yang berobat ke klinik aborsi jakarta.

Hampir semua pasien tersebut mengalami komplikasi dari pil aborsi. Terkadang Kalau kondisinya terlalu parah harus dirujuk ke rumah sakit besar dengan peralatan yang lengkap. Jadi lebih baik dihindari saja melakukan aborsi dengan pil demi kesehatan rahim anda.

 

Batas Usia Kehamilan Yang Bisa Diaborsi Dengan Metode Kuretase

Banyak calon pasien yang bertanya “sampai batas berapa minggu yang masih bisa digugurin?” Untuk menjawab pertanyaan ini tergantung pada dokter atau klinik aborsi mana yang dihubungi karena setiap dokter dan klinik mempunyai peraturannya sendiri. Ada yang mau melakukan proses aborsi dan ada yang tidak kecuali pada pasien dengan kondisi gawat darurat.

Ada yang mau menerima pasien hanya dengan kehamilan trimester pertama dan ada pula yang menerima pasien dengan kehamilan trimester kedua dan seterusnya. Pada umumnya dokter kandungan mau melakukan proses aborsi hanya pada kehamilan trimester pertama. Sangat jarang dokter yang mau melakukannnya pada kehamilan trimester kedua.

Metode aborsi sendiri berbeda tiap trimester, waktu yang dibutuhkan dalam proses aborsi juga berbeda. Semakin besar usia kandungan maka semakin lama prosesnya. Biaya aborsi juga berbeda tiap bulan kehamilan. Semakin besar usia kehamilan maka semakin mahal juga harganya. Resiko aborsi yang mungkin terjadi juga berbeda beda, semakin besar kehamilan maka akan semakin tinggi resikonya.

Baca juga:

Metode Aborsi Apa Yang Paling Efektif?

Biaya Aborsi Di Klinik Aborsi Jakarta

Berbahayakah Aborsi?

 

Gambarannya seperti ini:

Trimester pertama:

– Dokter di klinik aborsi mau melakukan proses aborsi
– Proses aborsi cepat 15-30 menit
– Metode vakum aspirasi
– Tingkat kesulitan rendah
– Biaya aborsi 4-5 jt rupiah
– Resiko aborsi jarang terjadi
– Masa pemulihan di rumah 1 hari

 

Trimester kedua:

– Dokter di klinik aborsi belum tentu mau melakukan proses aborsi
– Proses aborsi 6-12 jam
– Metode dilatasi dan evakuasi
– Tingkat kesulitan sedang
– Biaya aborsi 6-15 jt rupiah
– Resiko aborsi kadang kadang terjadi
– Masa pemulihan di rumah 7 hari

 

Trimester ketiga:

– Dokter di klinik aborsi tidak mau melakukan proses aborsi
– Proses aborsi 12-36 jam
– Metode induksi
– Tingkat kesulitan tinggi
– Biaya aborsi diatas 15 juta
– Resiko aborsi sering terjadi
– Masa pemulihan di rumah 30 hari

 

Jadi untuk menjawab pertanyaan tadi kalau dilihat dari sisi teknisnya tidak ada batasan berapa minggu usia kandungan yang bisa digugurkan dengan kata lain semua batasan usia kehamilan bisa digugurkan TAPI dengan catatan kalau dokter mau melakukannya.

Kalau dilihat dari sisi resikonya pasti dokter lebih memilih menerima pasien dengan resiko rendah demi keselamatan pasiennya. Dokter akan memastikannya setelah pasien selesai diperiksa dengan Usg. Dokter akan menjelaskan berapa besar kehamilan dan resiko apa saja yang mungkin terjadi bila dilakukan proses aborsi.

 

Jadi kesimpulannya seperti ini jika anda sudah memutuskan untuk aborsi maka semakin cepat dilakukan proses aborsi akan lebih baik karena:

– Resiko pasca aborsi sangat kecil
– Kemungkinan ditolak oleh dokter sangat kecil
– Tidak terlalu terbebani dengan biaya kuret
– Proses aborsi dan pemulihan cepat

 

Klinik aborsi jakarta sering dikunjungi oleh pasien dengan berbagai macam usia kehamilan. Ada yang diterima dan ada juga yang ditolak. Banyak pasien yang ditolak dengan kehamilan yang sudah terlalu besar karena sebelumnya pasien tersebut berusaha berkali kali aborsi dengan pil atau jamu peluntur kandungan namun tidak berhasil. Pada saat ke dokter kondisi kehamilan sudah trimester kedua dan ketiga.

Dengan melihat kondisi pasien ini sangat disarankan agar lebih cepat dalam mengambil keputusan. Klinik aborsi jakarta membuka layanan konsultasi dengan gratis melalui nomor telepon yang sudah disediakan. Silahkan anda bertanya pada jam kerja atau jadwal praktek.

 

Diposting oleh: Klinik Aborsi Jakarta