Cara Menggugurkan Kandungan Di Klinik Aborsi

menggugurkan kandungan di klinik aborsi

 

Jika anda sudah mempertimbangkan untuk menggugurkan kandungan (aborsi) maka seharusnya dilakukan dengan cara yang aman dan sempurna untuk menghindari terjadinya komplikasi. Komplikasi yang terjadi bisa jangka pendek  dan jangka panjang. Efek samping seperti ini sering terjadi bila teknik yang dilakukan dengan cara medis (pil aborsi), jamu penggugur kandungan dan diurut.

Komplikasi jangka pendek seperti:
– Pendarahan
– Sakit perut parah
– Infeksi

Komplikasi jangka panjang seperti:
– Gangguan hormon
– Menstruasi tidak teratur
– Kesulitan untuk hamil kembali
– Kista
– Tumor

Apabila anda sudah sempat menggugurkan kandungan dengan salah satu teknik aborsi tersebut alangkah baiknya anda segera periksa ke dokter kandungan untuk dilakukan Usg. Dengan pemeriksaan Usg dokter akan melihat apakah masih ada jaringan yang tertinggal di dalam rahim atau janin masih utuh. Jika seorang wanita melakukan aborsi dengan pil aborsi atau jamu peluntur kandungan maka dia sendiri tidak akan tahu apakah aborsi tersebut berhasil tuntas atau tidak.

Meminum pil aborsi atau jamu penggugur kandungan biasanya ditandai dengan terjadinya pendarahan. Perlu diketahui bahwa darah yang keluar belum tentu disertai dengan keluarnya janin dan jaringan plasenta (ari-ari). Atau jika ada jaringan yang sudah keluar bersamaan dengan pendarahan tadi maka belum tentu sudah keluar semuanya. Bisa saja masih ada yang tertinggal dan menempel di dinding rahim.

Jaringan yang tertinggal tersebutlah yang selalu menjadi penyebab terjadinya komplikasi pasca menggugurkan kandungan. Sebagian besar tidak menyadari janin masih utuh dan terus berkembang dan diketahui setelah menstruasi tidak kunjung datang atau setelah perut makin membesar.

Kasus seperti ini sering terjadi di klinik aborsi jakarta. Pasien datang setelah kehamilan trimester kedua (13-24 minggu) bahkan ada yang trimester ketiga. Ini semua karena mereka terlalu yakin dengan aborsi yang dilakukannya melalui obat aborsi atau jamu penggugur telah berhasil. Dalam kondisi seperti ini sudah menjadi masalah baru lagi karena dengan kehamilan yang besar belum tentu diterima oleh dokter .Kalaupun dokter menerima sudah pasti biaya aborsi juga sudah tergolong mahal.

 

Menggugurkan Kandungan Di Klinik Aborsi Jakarta

Menggugurkan kandungan di klinik aborsi jakarta tidak menggunakan cara medis (pil aborsi) atau jamu jamuan melainkan dengan proses kuretase yaitu dengan menggunakan alat vakum aspirasi. Pelaksanaan proses ini  dilakukan oleh dokter kandungan yang sudah berpengalaman telah menangani kasus aborsi berkali kali. Didampingi oleh perawat wanita yang sudah terlatih dan mampu bekerja dengan baik. Dokter dan perawat ini sebelumnya telah mendapat pendidikan dan pelatihan khusus untuk menggunakan alat vakum aspirasi.

 

Proses menggugurkan kandungan dengan teknik vakum aspirasi

Prosedur aborsi dengan menggunakan metode ini merupakan yang paling aman, cepat dan efektif. Proses ini adalah dengan cara menyedot atau menghisap isi rahim sampai bersih yang dapat dibuktikan dengan periksa Usg langsung setelah selesai aborsi. Seperti menyedot minuman dari dalam botol melalui pipet atau sedotan.

Proses atau prosedur vakum aspirasi umumnya memakan waktu antara 10 hingga 15 menit. Sebelum proses dilakukan pasien terlebih dahulu diberikan suntikan anestesi atau bius untuk menghilangkan rasa sakit.  Batas kehamilan yang bisa di vakum adalah sampai dengan usia kehamilan 12 minggu.

vakum aspirasi

Proses aborsi vakum aspirasi terbagi menjadi dua metode, yaitu:

  • Vakum manual

Metode ini melibatkan penggunaan jarum suntik yang dirancang khusus untuk mengisap janin (fetus) atau embrio. Tidak semua klinik aborsi menyediakan metode ini. Namun di beberapa wilayah  metode ini lebih mudah ditemukan dibandingkan vakum aspirasi menggunakan pompa elektrik.

  • Vakum elektrik

Vakum aspirasi dengan metode ini melibatkan penggunaan tabung pipih (kanula) yang dilekatkan dengan tabung ke botol dan pompa, sehingga menghasilkan vakum yang lembut. Kanula dimasukkan ke dalam rahim, pompa dihidupkan, dan jaringan dihisap dengan lembut dari rahim.

 

Cara Kerja Vakum Aspirasi

Sebelum memulai prosedur ini dokter kandungan akan memeriksa panggul atau melakukan USG untuk memastikan ukuran, posisi, dan kondisi rahim pasien. Lalu memasukkan speculum ke dalam vagina untuk membuka dinding vagina agar dokter dapat melihat leher rahim.

Leher rahim pasien akan dibaluri dengan larutan antiseptik sebelum tenakulum dimasukkan untuk menahan leher rahim dalam posisi yang tepat selama prosedur berlangsung. Dokter akan menyuntikkan bius lokal pada daerah leher rahim untuk mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman selama prosedur. Lalu memasukkan dilator untuk membuka leher rahim secara bertahap.

Dengan sebuah kanula berbentuk pipet dimasukkan ke dalam rahim melalui leher rahim. Kanula yang terhubung dengan tabung ini akan bergerak maju-mundur untuk menghisap jaringan dalam rahim. Proses ini dilakukan sampai rahim bersih sekitar 10-15 menit. Setelah proses selesai maka akan dilakukan Usg untuk memastikan rahim sudah bersih atau masih ada yang tersisa. Jika masih ada yang tersisa maka akan dilakukan lagi proses penyedotan sampai rahim benar benar bersih.

speculum tenaculum

 

Proses menggugurkan kandungan dengan teknik dilatasi dan evakuasi

Proses ini dilakukan pada kehamilan trimester kedua atau diatas 12 minggu. Proses ini adalah mengeluarkan isi rahim dengan cara menarik embrio dan plasenta dengan forceps. Forceps adalah alat penjepit seperti sendok besar yang terbuat dari besi stainless. Lalu kemudian menggunakan vakum aspirasi untuk membersihkan sisanya. Proses dilatasi dan evakuasi memakan waktu antara 15-30 menit. Sebelum proses pasien terlebih dahulu diberikan suntikan anestesi atau bius untuk menghilangkan rasa sakit.

Cara kerjanya adalah sebelum proses dilakukan dokter memasukkan laminaria ke dalam vagina untuk melebarkan serviks. Laminaria adalah benda kecil yang terbuat dari kayu seperti tusuk gigi jika diletakkan di mulut rahim maka alat tersebut mengembang karena resapan cairan dari dalam rahim. Dengan mengembangnya laminaria tersebut maka rahim akan melunak dan membuka mulut rahim. Setelah mulut rahim melebar maka dokter akan mengeluarkan isi rahim dengan forceps.

forceps laminaria

Seteleh selesai proses aborsi, pasien dipindahkan ke ruang istirahat untuk pemulihan. Di ruangan ini pasien akan diobservasi dan memberikan obat penghilang rasa sakit pasca aborsi. Sambil menunggu kondisi pasien pulih dan stabil maka perawat atau dokter akan menjelaskan semua informasi tentang apa yang perlu dilakukan setelah kembali ke rumah. Yaitu berapa lama waktu istirahat dan makanan/minuman apa yang perlu dihindari dan yang penting untuk dikonsumsi untuk mempercepat pemulihan.

Di ruangan ini beristirahat selama 15-30 menit. Jika kondisi pasien sudah baik maka sudah bisa diperbolehkan pulang. Untuk aborsi dengan kehamilan kecil biasanya bisa langsung beraktifitas seperti biasa. Tapi untuk aborsi dengan kehamilan besar maka akan perlu waktu beristirahat beberapa hari di rumah sampai kondisi baik.

 

Diposting oleh: Klinik Aborsi Jakarta

 

082299111000

085799111000